Fenugreek Bisa Atasi Diabetes? Cek Faktanya

Fenugreek merupakan tanaman herbal yang sudah lama digunakan sebagai pengobatan alternatif atau tradisional. Banyak orang mengonsumsi tanaman herbal tersebut https://www.mamahemat.com/ yang sudah diolah menjadi suplemen, karena fenugreek dipercaya bisa memberikan banyak manfaat untuk kesehatan.

Diabetes adalah salah satu penyakit yang bisa diatasi dengan mengonsumsi fenugreek. Sebab tanaman herbal tersebut dipercaya memiliki sifat antidiabetes yang bisa membantu menurunkan gula darah pada pengidap diabetes. Yuk, simak manfaat fenugreek untuk diabetes lebih jauh di sini.

Manfaat Fenugreek untuk Diabetes
Biji fenugreek (trigonella foenum graecum) dipercaya bermanfaat bagi pengidap diabetes. Hal itu karena biji tersebut kaya akan serat larut yang bisa membantu menurunkan gula darah, dengan memperlambat pencernaan dan penyerapan karbohidrat.

Beberapa penelitian pada hewan juga sudah menunjukkan bahwa fenugreek memiliki senyawa yang bersifat antidiabetes. Berikut manfaat senyawa tersebut untuk mengatasi diabetes:

1. Meningkatkan sensitivitas insulin
Sensitivitas insulin mengacu pada bagaimana Ibu dan Balita sel-sel tubuh merespon insulin. Ketika sensitivitas insulin tinggi, sel-sel tubuh menggunakan glukosa lebih efektif yang menyebabkan gula dalam darah menjadi lebih rendah.

Nah, sebuah studi eksperimental tahun 2018 mengamati peserta yang mengonsumsi biji fenugreek selama 10 hari. Para peneliti menyimpulkan bahwa tanaman herbal tersebut memang bisa meningkatkan sensitivitas insulin.

2. Menunda pengosongan lambung
Pengosongan lambung merupakan durasi yang dibutuhkan makanan untuk meninggalkan sistem pencernaan, seseorang setelah mereka memakannya. Diabetes bisa menyebabkan pengosongan lambung yang cepat, yang mengakibatkan lonjakan gula darah sementara. Lonjakan ini dapat menyebabkan komplikasi dan gejala gastrointestinal.

Penelitian 2020 pada tikus jantan dengan diabetes menunjukkan bahwa biji fenugreek bisa menunda pengosongan lambung, sehingga mencegah kenaikan kadar glukosa darah setelah makan.

3. Mengurangi penyerapan glukosa di usus
Pada pengidap diabetes, tubuh tidak membuat cukup insulin atau tidak dapat menggunakannya secara efektif seperti yang seharusnya. Hal itu menyebabkan gula darah meningkat, yang bisa menyebabkan masalah serius seiring waktu. Beberapa masalah serius yang bisa terjadi akibat diabetes, antara lain penyakit ginjal, penyakit jantung, dan kehilangan penglihatan.

Orang dengan diabetes cenderung memiliki konsentrasi glukosa yang tinggi di usus, dan peningkatan protein yang mengangkut natrium, dan glukosa bisa meningkatkan risiko hiperglikemia atau gula darah tinggi.

Penelitian menunjukkan bahwa biji fenugreek mampu menurunkan tingkat penyerapan glukosa, sehingga bisa mencegah hiperglikemia.

4. Meningkatkan toleransi glukosa
Beberapa uji klinis menunjukkan bahwa biji fenugreek juga bisa memperbaiki sebagian besar gejala metabolik, yang terkait dengan diabetes tipe 1 dan tipe 2 pada manusia. Caranya dengan menurunkan kadar glukosa darah dan meningkatkan toleransi glukosa.

Ada juga penelitian dari India mengenai khasiat fenugreek. Di riset tersebut para peneliti menambahkan 100 gram bubuk biji fenugreek tanpa lemak, ke dalam makanan sehari-hari pasien dengan diabetes yang bergantung pada insulin (tipe 1).

Hasilnya, secara signifikan mengurangi kadar glukosa darah puasa, meningkatkan toleransi glukosa, menurunkan kolesterol total, kolesterol ‘jahat’ atau LDL, dan trigliserida.

Gejala dan Penyebab Penyakit Diabetes

Diabetes atau penyakit gula adalah penyakit kronis atau yang berlangsung jangka panjang. Penyakit slot online ini ditandai dengan meningkatnya kadar gula darah (glukosa) hingga di atas nilai normal. Diabetes terjadi ketika tubuh pengidapnya tidak lagi mampu mengambil gula (glukosa) ke dalam sel dan menggunakannya sebagai energi. Kondisi ini pada akhirnya menghasilkan penumpukan gula ekstra dalam aliran darah tubuh.

Penyakit diabetes yang tidak terkontrol dengan baik dapat menyebabkan konsekuensi serius, menyebabkan https://www.wisatacobangoajalmo.com/ kerusakan pada berbagai organ dan jaringan tubuh. Contohnya organ seperti jantung, ginjal, mata, dan saraf. Ada dua jenis utama diabetes, yaitu diabetes tipe 1 dan tipe 2. Jika dijabarkan, berikut adalah penjelasan mengenai keduanya, yaitu:

Diabetes tipe 1: jenis ini adalah penyakit autoimun, artinya sistem imun tubuh akan menyerang dirinya sendiri. Pada kondisi ini, tubuh tidak akan memproduksi insulin sama sekali.
Diabetes tipe 2: Pada jenis diabetes ini, tubuh tidak membuat cukup insulin atau sel-sel tubuh pengidap diabetes tipe 2 tidak akan merespons insulin secara normal.
Penyebab Diabetes
Diabetes disebabkan karena adanya gangguan cdkosong.com dalam tubuh, sehingga tubuh tidak mampu menggunakan glukosa darah ke dalam sel. Alhasil, glukosa menumpuk dalam darah. Pada diabetes tipe 1, gangguan ini disebabkan sistem kekebalan tubuh yang biasanya menyerang virus atau bakteri berbahaya lainnya, malah menyerang dan menghancurkan sel penghasil insulin.

Akibatnya, tubuh kekurangan atau bahkan tidak dapat memproduksi insulin sehingga gula yang seharusnya diubah menjadi energi oleh insulin, menyebabkan terjadinya penumpukan gula dalam darah.

Sedangkan pada diabetes tipe 2, tubuh bisa menghasilkan insulin secara normal, tetapi insulin tidak digunakan secara normal. Kondisi ini dikenal juga sebagai resistensi insulin.

Faktor Risiko Diabetes
Terdapat beberapa faktor risiko diabetes tipe 1, antara lain:

Faktor riwayat keluarga atau keturunan, yaitu ketika seseorang akan lebih memiliki risiko terkena diabetes tipe 1 jika ada anggota keluarga yang mengidap penyakit yang sama, karena berhubungan dengan gen tertentu.
Faktor geografi, orang yang tinggal di daerah yang jauh dari garis khatulistiwa, seperti di Finlandia dan Sardinia, berisiko terkena diabetes tipe 1. Hal ini disebabkan karena kurangnya vitamin D yang bisa didapatkan dari sinar matahari, sehingga akhirnya memicu penyakit autoimun.
Faktor usia. Penyakit ini paling banyak terdeteksi pada anak-anak usia 4–7 tahun, kemudian pada anak-anak usia 10–14 tahun.
Faktor pemicu lainnya, seperti mengonsumsi susu sapi pada usia terlalu dini, air yang mengandung natrium nitrat, sereal dan gluten sebelum usia 4 bulan atau setelah 7 bulan, memiliki ibu dengan riwayat preeklampsia, serta menderita penyakit kuning saat lahir.

Mengenal Visceral Fat dan Cara Menghilangkannya

Lemak viseral atau visceral fat sendiri sebenernya punya fungsi untuk melindungi berbagai organ penting yang ada di perut. Sebenarnya, sebagian besar lemak tubuh terdapat pada kulit bagian bawah, sehingga memiliki nama lain lemak subkutan situs judi slot terbaru.

Kamu sebenarnya bisa melihat dan merasakan lemak subkutan, terutama saat mencubit kulit. Namun, berbeda dengan lemak viseral yang berada di balik kulit, sehingga bisa membuat perut kamu terlihat menonjol. Visceral fat yang jumlahnya berlebihan tentu saja bisa mengakibatkan banyak masalah kesehatan pada tubuh.

Selain itu, masalah kesehatan ini juga tak hanya bisa terjadi pada orang dengan tubuh gemuk, tetapi bisa juga menyerang mereka yang memiliki tubuh kurus.

Apa Penyebab Penumpukan Lemak Viseral?
Berat badan masing-masing individu ditentukan dari tiga hal paling utama Judi Bola Online, yaitu:

Asupan kalori yang masuk ke tubuh setiap hari.
Jumlah kalori yang keluar saat berolahraga.
Usia.
Tak hanya itu, terdapat beberapa kondisi lain yang turut memicu terjadinya penumpukan lemak perut, yaitu:

Berat badan berlebih atau obesitas.
Menopause pada wanita.
Faktor genetik.
Kurang berolahraga.
Stres.
Pola makan tak sehat.
Cara Menghilangkan Visceral Fat
Sebenarnya, menghilangkan visceral fat tidak ubahnya seperti kamu mengatasi kelebihan berat badan. Berikut beberapa cara yang dapat kamu lakukan:

  1. Terapkan pola makan sehat
    Tidak ada jenis diet yang dapat mengurangi penumpukan lemak di perut dengan cepat. Namun, semua bentuk diet yang bertujuan untuk menurunkan berat badan umumnya turut membantu mengurangi kelebihan lemak perut. Adapun pola makan sehat cdkosong.com yang bisa kamu terapkan setiap hari adalah:

Mengonsumsi lebih banyak makanan tinggi serat, buah, sayur, dan biji-bijian.
Mengurangi asupan minuman tinggi gula dan perbanyak minum air putih.
Perhatikan porsi makan setiap hari.
Pilih makanan rendah lemak.
Lebih baik lagi kalau kamu tahu jumlah kalori yang diperlukan oleh tubuh sebelum menjalani diet tertentu.

  1. Rutin berolahraga
    Pola makan sehat tidak akan memberikan hasil yang maksimal tanpa diimbangi dengan pola hidup sehat. Tak terkecuali olahraga rutin. Sebab, olahraga secara teratur bisa membantu menghilangkan visceral fat yang menumpuk pada perut.

Kamu disarankan untuk aktif bergerak dan melakukan olahraga ringan setidak selama 30 menit selama 5 hari dalam satu minggu. Jenis olahraganya seperti jogging, bersepeda, berenang, jalan santai, atau olahraga aerobik lain.

  1. Cukup istirahat
    Cukup istirahat ternyata juga membantu menurunkan penumpukan lemak pada perut, lho! Sebab, kurang tidur bisa membuat kamu cenderung makan berlebih dan memilih jenis makanan tidak sehat.

Tak hanya itu, kebiasaan tidur juga berpengaruh terhadap produksi hormon leptin dan ghrelin dari tubuh. Kedua jenis hormon ini berperan sebagai penyampai pesan pada otak kapan waktunya tubuh mendapatkan kalori. Inilah mengapa, orang-orang yang kurang tidur cenderung lebih suka makanan tinggi kalori.

Oleh karena itulah, masalah tidur lebih kerap dialami oleh orang dengan risiko obesitas dan mempunyai lingkar pinggang lebih besar. Perlu diketahui bahwa kamu tidak bisa menghilangkan visceral fat dengan cara sedot lemak. Alhasil, kamu tetap harus disiplin menjalani pola hidup dan pola makan yang sehat.